"Dari limbah jadi pakan lele hingga racikan ketumbar yang melegenda." Intip bagaimana pengurus IKMI Sosial membedah potensi besar industri rumahan ikan dengdeng di Desa Eretan menuju komoditas ekonomi kreatif modern!
ERETAN WETAN, INDRAMAYU – Pada hari ini, Kamis, tanggal dua bulan Juli tahun dua ribu dua puluh enam (02-07-2026), telah dilaksanakan kegiatan observasi dan kunjungan industri oleh pengurus IKMI Sosial (Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu Se-Wilayah Cirebon) di Sentra Pengolahan Ikan "Sinar Kharom A3" yang bertempat di Desa Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja IKMI Sosial yang bertujuan untuk memetakan potensi lokal, memahami alur produksi riil di masyarakat, serta merumuskan strategi pendampingan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pesisir Indramayu.
Berikut adalah rincian hasil observasi lapangan dan rekomendasi strategis yang berhasil dihimpun oleh tim di lapangan:
Aktivitas di sentra ini sangat bergantung pada siklus melaut para nelayan setempat. Kegiatan dimulai sejak dini hari, di mana nelayan berangkat melaut pada pukul 03.00 WIB dan kembali bersandar sekitar pukul 12.00 WIB. Rata-rata hasil tangkapan berkisar antara 3 hingga 4 keranjang ikan per kapal, dengan komoditas utama berupa Ikan Jui, Ikan Tanjan, dan Ikan Tembang.
Setibanya di lokasi pengolahan Sinar Kharom A3, ikan langsung ditimbang untuk menjaga akurasi bahan baku. Proses pembersihan diawali dengan pemotongan kepala ikan sebelum badannya dibelah. Menariknya, industri rumahan ini telah menerapkan prinsip zero waste; limbah kepala ikan tidak dibuang begitu saja, melainkan dikumpulkan dan dijual kembali sebagai bahan pakan ternak lele, memberikan nilai ekonomis sekunder yang menjanjikan. Setelah itu, ikan dibelah dan dibersihkan seluruh isi perutnya.
Fasilitas Sinar Kharom A3 membagi hasil olahannya menjadi dua varian produk utama yang diminati pasar:
Ikan Asin Biasa: Proses pembuatannya diawali dengan merendam ikan dalam air garam. Ikan kemudian dijemur hingga teksturnya kesat, lalu dilanjutkan dengan penjemuran tahap kedua hingga benar-benar kering. Selama proses penjemuran, ikan harus dibalik setiap 3–4 jam sekali pada kondisi cuaca panas terik.
Ikan Dengdeng: Tahap awal pengolahan identik dengan pembuatan ikan asin. Perbedaannya terletak pada tahap akhir sebelum penjemuran, di mana ikan ditaburi gula dan racikan bumbu tambahan seperti ketumbar. Penambahan bumbu ini tidak hanya memberikan profil rasa manis-gurih dan aroma yang khas, tetapi juga membantu tekstur ikan menjadi lebih cepat kering. Setelah kering sempurna, ikan dengdeng disimpan di gudang untuk selanjutnya dikemas dalam kardus berkapasitas 20 kilogram untuk siap dipasarkan secara grosir.
Sinar matahari tetap menjadi faktor penentu utama dalam roda produksi massal ini. Pada kondisi cuaca panas terik, penjemuran optimal dilakukan mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Apabila terjadi perubahan cuaca mendadak seperti mendung atau turun hujan, durasi produksi otomatis memakan waktu yang jauh lebih lama dari standar harian.
Nilai jual produk di pasaran sangat bergantung pada volume pasokan ikan segar dari para nelayan:
Harga Normal: Berkisar antara Rp30.000 – Rp45.000 per kilogram.
Harga Tertinggi: Mengalami lonjakan hingga Rp40.000 – Rp50.000 per kilogram saat pasokan ikan dari laut menurun drastis akibat cuaca buruk.
Harga Terendah: Harga dapat anjlok hingga 50% dari harga normal ketika memasuki masa panen raya atau pasokan ikan sedang melimpah ruah.
Melihat besarnya potensi ekonomi dari industri pengolahan ikan Sinar Kharom A3, produk ini sangat layak diangkat menjadi komoditas unggulan Ekonomi Kreatif Desa Eretan Wetan. Tim IKMI Sosial merekomendasikan beberapa intervensi program kerja lanjutan, antara lain:
Peningkatan Literasi & Storytelling: Menyusun narasi atau cerita di balik proses pembuatan ikan dengdeng khas Eretan untuk meningkatkan nilai jual (brand story).
Inovasi Pengemasan (Packaging): Merancang kemasan retail yang lebih modern, higienis, dan menarik secara visual untuk mendongkrak harga jual di pasar eceran agar tidak melulu bergantung pada kemasan grosir 20 kg.
Digitalisasi Pemasaran: Membantu memperluas jangkauan pasar baru melalui strategi promosi dan pembuatan toko digital di berbagai platform media sosial serta e-commerce.
Demikian berita acara kunjungan industri ini dibuat dengan sebenar-benarnya berdasarkan fakta riil di lapangan, untuk dapat dipergunakan sebagai laporan kegiatan resmi dan rujukan pelaksanaan program kerja IKMI Cirebon selanjutnya.
Dibuat di: Desa Eretan Wetan - Indramayu, 02 Juli 2026